Selasa, 11 November 2008

Alaykologi, ilmu mempelajari alay, referensi bagi Orangtua yang bingung apa yang dimaksud dengan alay Part 2


saya yakin neh Entri alay mungkin sampe part 3

hahahah

mulut capek ngmongin alay, gak ada habisnya.

Sekarang Saya mau ngomongin tentang gaya hidup alay yang "nomaden style"

<------ ini hanya foto pinjaman, orang ada di google :-p



Alay itu berpindah mode dan style, seiring dengan tumbuhnya jakun segede jengkol dileher. Kadang mereka make Style Emo yang serba item (tidak lupa pake celak/sipat mata), reggae yang dipenuhi benda-benda rasta: Merah Kuning Ijo dilangit yang biru ditempel dimana2 dan tidak lupa lambang taneman mereka GANJA !

Bicara tentang Emo, saya rasa para alay ini menghancurkan citra Emo yang dulu jaya-jayanya ketika saya kelas 7 (tahun 2006-an). Sipat merek "Rani Kohl" yang saya puja-puja sekarang adalah senjata buat nyolok mata alay. Rambut Poni yang nutupin muka yang saya usahakan ada (walopun g bisa, causes ikal "--) sekarang sudah menjadi model rambut identitas alay. Tapi yang tidak bisa saya lepas adalah kebiasaan memakai baju hitam.

Yang emang bener-bener aneh adalah para Alay sok Emo itu kenapa memakai embel2 Rasta? untuk apa? mereka khan bergaya emo? bukan Alay? Sungguh mereka adalah seorang fashion mix n match stylish yang tak akan saya harapkan menjadi tukang make-up saya di hari Kartinian.

Lalu, kebiasaan mereka memakai sendal hotel..

Hello??? itu sendal hotel converse mas? beli dipasar mana? Sekali lagi saya tekankan bagi semua orang untuk lebih baik memakai barang asli seken ato g bermerek, daripada palsu. Baju Distro uang hasil nabung puasa gak kewarnet selama sebulan. Tapi, yang paling saya gak suka adalah kenapa alay pake Vans??? "-_-

Lalu, style mereka disekolah..

-Celana Junkies, diskinny-in, idih sok seksi banget
-Celana Dihipster extreme, kadang ampe paha!
-baju dikecilin
-gelang rasta
-kadang kemejanya dikancing smua
-sepatu abal
-tas cangklong dinaikin tinggi banget seolah2 nempel dipunggung
-dan dont forget poninya, iya, poninya, kok bisa ya lolos dari BP ??
-masang Handset buat denger lagu Reggae, uwooohhhhhhhh

sepertinya reggae jadi hina y? hahaha


-Apakah Alay adalah penyakit psikologis??

Menurut saya, alay bukan penyakit psikologis. Mereka hanya orang2 Goa yang tersesat diarus fashion, tidak bisa mengikuti semuanya. you know what i mean.
Alay itu sebenernya masuk dalam apresiasi dalam budaya, Budaya opo??

Apakah Alay adalah penyakit turunan??

Ketika itu saya sedang mengikuti piknik Lakpesdam dipuncak, ada seorang alay tulen yang memakai baju warna Pink. Dia punya adek, alay juga, dia juga punya adek satu lagi, alay juga. Tapi bapaknya enggak, hahahah, jadi tidak bisa juga disebut penyakit turunan atau gen bawaan.


sebenarnya terserah kalian....




hahhaha

Tidak ada komentar: