Sabtu, 22 November 2008

Siapa sebenarnya pahlawan kita?












(kok pada ngeliat kekiri ?)


Siapa yang membela tanah air kita?

Siapa yang berjuang melawan Agresi Belanda I ?

Siapa yang tetap membela negara walaupun paru-parunya yang berfungsi tinggal satu?

Siapa ?

Siapa ?

Dan Siapa?

Apakah Che Guevara membela tanah air kita?

Apakah Che Guevara melawan Agresi Belanda pertama?

Dan yang paling penting, apakah dia mengetahui ada negeri bernama Indonesia?

Siapa dia ?

Apakah dia menemani pelajaran Sejarahmu di buku cetak sejak SD ?

Siapa dia ?

Apakah posternya terpampang dikelasmu ?

Siapa dia ?

Dia Che Guevara. Tapi dia tidak pernah membantu apa-apa bagi Indonesia, tidak sebanding apa-apa dengan perjuangan Jenderal Besar Sudirman. Coba tengok pangkat beliau, JENDERAL BESAR, dia berpangkat tinggi, tapi kenapa kita tidak menyanjungnya sebagai mana kita memuja-muja Che di Poster, stiker atau kaus kita? Padahal nama dia bukan JENDERAL BESAR CHE GUEVARA.

Jenderal Sudirman rela membela tanah air kita ketika terjadi Agresi Belanda I, walaupun dia sedang lemah dan sakit paru-paru, walaupun paru-parunya yang berfungsi hanya tinggal satu, dia tetap berjuang. Beliau ditandu keluar masuk hutan, karena pikirannya masih dibutuhkan. Dan tragisnya, dia bertempur (walaupun tidak dimedan perang) tanpa membawa obat-obatan yang memadai dan tetap menyemangati pasukannya. Beliau juga mati muda ketika umur 34 tahun. Beliau meninggal dunia

DI INDONESIA.

Hati saya tergugah. Siapa Che ? beliau juga wafatnya DI ARGENTINA, yang berarti dia TIDAK WAFAT DIINDONESIA.

“Yudi (pelukis lukisan berjudul Eee…nasib) ingin mengumpat bahwa dimasa kemerdekaan ini, sosok Pak Dirman menguap dari benak bangsa, simbolisme perjuangannya hanya terpapar lewat buku-buku pelajaran anak SD…”, “Sosok Pahlawan Revolusi itu kian pupus. Sedang Che, menjadi kian agung di mata anak muda, bahkan gema Che acapkali tertuang dalam kaus-kaus oblong, stiker dan pemberontakan anak muda lainnya. Mengapa tak ada stiker ataupun kaus bergambar Pak Dirman ?..” begitulah seperti yang tertulis di Koran Suara Pembaruan Rabu 19 November 2008.

Sekarang, yang menjadi pertanyaan saya, apa yang menyebabkan kita tidak menyanjungnya sebagaimana kita memuja-muja Che?

Saya suka memandang idiot orang yang membuat dan ikut “Che Guevara Fans Club”.

Salam

Milavi

2 komentar:

**Erika mengatakan...

kalo yg ga kenal Che Guevara namanya apa ?? wakaka

Mbotenology mengatakan...

hwahahahhahahah


ada juga sih yang gak tau...

ayo-ayo kasih masukan !